untuk q dan kalian

Teman terbaik adalah jika engkau melihatnya, ia mengingatkanmu kepada Allah, yang lisannya menambahkan ilmu bagimu dan yang amalannya mengingatkanmu akan akhirat (Hr. Thabrani)

Minggu, 27 November 2011

RETENSIO PLASENTA

adalah terlambatnya kelahiran plasenta selama setengah jam setelahkelahiran bayi. Plasenta harus dikeluarkan karena dapat menimbulkan bahaya perdarahan, infeksi karena sebagai benda mati, dapat terjadi plasenta inkarserata dapat terjadi polip plasenta, dan terjadi degenerasiganas korio karsinoma (Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan danKeluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, hal. 300)
Recensio Plasentaadalah tertahannya plasenta atau belum lahirnya plasenta liingga ataumelebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir (Pelayanan Kesehatan Maternaldan Neonatal, 2002:178)Recensio Plasentaadalah plasenta belum labir 1/2 jam sesudah anak lahir (Obstetri Patologi,hal. 234).
B.Jenis-Jenis Retensio Plasenta
1.Plasenta Adhesiva
adalah implantasi yang kuat dari jonjot korion plasenta sehinggamenyebabkan kegagalan mekanisme separasi fisiologis.
2. Plasenta Akreta
adalah implantasi jonjot korion plasetita hingga memasuki sebagianlapisan miornetrium.
3.Plasenta Inkreta
adalah implantasi jonjot korion plasenta hingga mencapai / memasukimiornetnum.
4.Plasenta Perlireta
adalah implantasi jonjot korion plasenta yang menembus lapisan otothingga mencapai lapisan serosa dinding uteru
5.Plaserita Inkarserata
adalah tertahannya plasenta di dalam kavum utrri disebabkan oleh kontriksi osteuni uteri.
C.Etiologi
1.Fungsional
His kurang kuat
Plasenta sulit terlepas, karenatempatnya: insersi di sudut tuba bentuknya : plasenta membranacea, plasenta anularisukurannya : plasenta yang sangat kecil2.Patolog – AnatomisPlasenta akreta, plasenta inkreta dan plasenta perkreta (Obstetri Patologi,hal 236).
D.Retensio Plasenta dan Plasenta Manual
Plasenta manual merupakan tindakan operasional kebidanan untuk melahirkan plasenta. Kejadian retensio plasenta berkaitan dengan :1.Grandemultipara dengan implantasi plasenta dalam bentuk plasenta adhesiva, plasenta akreta, plasenta inkreta, plasenta perkreta.2.Mengganggu kontraksi otot rahim dan menimbulkan perdarahan.
3.Retensio plasenta tanpa perdarahan diperkirakan :
Darah penderita terlalu banyak hilang.
  • Keseimbangan baru berbentuk bekuan darah, sehingga perdarahantidak terjadi.
  • Kernungkinan implantasi plasenta terlalu dalam.
4.Plasenta manual dengan segera dilakukan :
  • Terdapat riwayat perdarahan post partum berulang.
  • Terjadi perdarahan post partum melebihi 400cc.
  • Pada pertolongan persalinan dengan narkosa.
  • Plasenta belum lahir setelah menunggu 1/2 jam.

E.Plasenta ManualTeknik
  1. Sebaiknya dengan narkosa-untuk mengurangi sakit dan menghindari syok.
  2. Tangan kiri melebarkan genetalia eksterna, tangan kanan dimasukkansecara obstetris sampai mencapai tepi plasenta dengan menelusuri tali pusat.
  3. Tepi plasenta dilepaskan dengan bagian ulnar tangan kanan sedangkantangan kiri menahan fundus uteri sehingga tidak terdorong ke atas.
  4. Setelah seluruh plasenta dapat dilepaskan maka tangan dikeluarkan bersama dengan plasenta.
  5. Dilakukan eksplerasi untuk mencari sisa plasenta atau membrannya.
  6. Kontraksi uterus ditimbulkan dengan memberikan uterotonika.
  7. Perdarahan diobservasi.
F.Komplikasi Tindakan Plasenta Manual
Tindakan plasenta manual dapat menimbulkan komplikasi sebagai berikut :Terjadi perforasi uterus.
Terjadi infeksi : terdapat sisa plasenta atau membran dan bakteriaterdorong ke dalam rongga rahim.

Terjadi perdarahan karena atonia uteri.Untuk memperkecil komplikasi dapat dilakukan tindakan profilaksis dengan :

Memberikan uterotonika intramuskular atau intravena.
Memasang tamporiade uterovaginal.
Memberikan antibiotika.
Memasang infus.
Persiapan transfusi darah.
(Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana untuk Pendidikan Bidan, hal : 302 - 303)

Skema Penatalaksanaa Retensio Plasenta
(Manuaba, Ida. “Ilmu kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencanauntuk Pendidikan Bidan”, Jakarta, EGC. 1998, Hal. 303)
RETENSIO PLASENTA Belum lahir setelah ½ jam bayi lahir
Sikap Bidan :
  1. Evaluasi sebabnya
  2. Konsultasi dengan : puskesmas &dokter Merujuk ke : puskesmas ataurumah sakit
Indikasi Plasenta Manual :
Perdarahan 400 cc
Riwayat retensio plasenta berulang
Tindakan dengan narkosa
Sejarah habitual HPP(berulang)
Komplikasi :
Antonia uteri
Perforasi
Perdarahan terus
Tamponade gagalSegera merujuk penderita kerumah sakit
Retensio Plasenta tanpaPerdarahan :
Perdarahan terlalu banyak
Keseimbangan bekuan darahdi tempat plasenta lepas.Perlekatan eratPersiapan merujuk penderita
Infus cairan pengganti
Petugas untuk pertolongandarurat.
Keluarga untuk donor darah.
Tindakan di rumah sakit :
Perbaikan keadaan umum-Infus – transfusi-Antibiotika
Tindakan plasenta manual
Atau histerektomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar